a:hover { color: #000fff; text-transform: uppercase; font-weight: bolder; font-size: 15px; background-image: url(http://i909.photobucket.com/albums/ac297/heryymanjala/th_stars1.gif); }

Laman

Klik!!!

Selasa, 19 Maret 2013

SRAM



(Static Random Access Memory)
Kata “statik” menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM dinamik (DRAM) yang membutuhkan untuk “disegarkan” (“refreshed”) secara periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali lebih besar dan lebih mahal daripada DRAM. 



 



Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkandengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan. Akses acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal ini terutama dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan waktu akses dua nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan processor 500 MHz atau lebih. Fungsi RAM statis atau SRAM, untuk menyimpan data dalam bit menggunakan bistable flip-flop. Setelah data ditulis dalam SRAM, data disimpan  dan tidak harus refresh sesering jenis RAM yang lain. Ada tiga mode di mana sel beroperasi dalam menyimpan data dalam SRAM, yaitu siaga, Membaca dan Menulis. Tidak seperti DRAM, SRAM tidak mengkonsumsi lebih banyak daya. Jenis-jenis RAM Statis dibedakan berdasarkan: Penyimpanan data dan Transistor. 
Jenis-Jenis  RAM statis berdasarkan Penyimpanan Data :

  •   Non-volatile SRAM: Data disimpan, walau ketika power dimatikan, sehingga informasi penting dijamin aman
  •   Asynchronous SRAM: Data dapat disimpan dalam kisaran 4KB untuk 64 Mb. Waktu akses cepat, adalah karakteristik utama dari Asynchronous SRAM, dan karena itu digunakan sebagai komponen memori utama pada kebanyakan perangkat elektronik dan embedded system.
Jenis-Jenis RAM statis berdasarkan Transistor :
  • Bipolar Junction Transistor: digunakan pada perangkat Transistor-Transistor Logic (TTL) and Emitter-Coupled Logic (ECL), menggunakan banyak daya tetapi bekerja sangat cepat
  •  Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor (MOSFET): digunakan pada perangkat aplikasi yang berbasis teknologi Complementary metal-oxide-semiconductor (CMOS).
Jenis-Jenis RAM statis berdasarkan Fitur :
  •  Quad Data Rate SRAM: Dalam satu siklus clock lengkap, dua kata data yang ditransfer. Terpisah I/O bus (jaringan yang menghubungkan semua perangkat dan chip dalam komputer) digunakan untuk membaca dan menulis data.
  •  DDR SRAM: Umum I/O bus yang digunakan untuk transfer data dan clock tunggal digunakan untuk mengontrol input dan output data.
Jenis-Jenis RAM statis berdasarkan Flip-Flop :
  •  SRAM biner: terdiri dari transistor masker dan latch.
  • SRAM ternary:  dirancang menggunakan 8 transistor atau 14 transistor.
Penggunaan SRAM:
  • Komputer
  • Mikroprosesor
  • Digital Signal Processing (DSP) sirkuit
    1. Layar LCD dan printer 
    2.  Hard disk dan buffer router 
    3.  Kamera digital 
    4.   Synthesizer 
    5.   Ponsel





 

Tidak ada komentar: