(Static Random Access Memory)
Kata “statik” menandakan bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM dinamik (DRAM) yang membutuhkan untuk “disegarkan” (“refreshed”) secara periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali lebih besar dan lebih mahal daripada DRAM.
Tetapi
SRAM tidak boleh dibingungkandengan memori baca-saja dan memori flash, karena
ia merupakan memori volatil dan memegang data hanya bila listrik terus
diberikan. Akses acak menandakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses,
dibaca atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat
data tersebut dalam memori. Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori ,
hal ini terutama dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan
waktu akses dua nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan
processor 500 MHz atau lebih. Fungsi RAM statis atau SRAM, untuk menyimpan data
dalam bit menggunakan bistable flip-flop. Setelah data ditulis dalam SRAM,
data disimpan dan tidak harus refresh sesering jenis RAM yang
lain. Ada tiga mode di mana sel beroperasi dalam menyimpan data dalam
SRAM, yaitu siaga, Membaca dan Menulis. Tidak seperti DRAM,
SRAM tidak mengkonsumsi lebih banyak daya. Jenis-jenis RAM Statis
dibedakan berdasarkan: Penyimpanan data dan Transistor.
Jenis-Jenis RAM
statis berdasarkan Penyimpanan Data :
- Non-volatile SRAM: Data disimpan, walau ketika power dimatikan, sehingga informasi penting dijamin aman
- Asynchronous SRAM: Data dapat disimpan dalam kisaran 4KB untuk 64 Mb. Waktu akses cepat, adalah karakteristik utama dari Asynchronous SRAM, dan karena itu digunakan sebagai komponen memori utama pada kebanyakan perangkat elektronik dan embedded system.
Jenis-Jenis RAM statis
berdasarkan Transistor :
- Bipolar Junction Transistor: digunakan pada perangkat Transistor-Transistor Logic (TTL) and Emitter-Coupled Logic (ECL), menggunakan banyak daya tetapi bekerja sangat cepat
- Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor (MOSFET): digunakan pada perangkat aplikasi yang berbasis teknologi Complementary metal-oxide-semiconductor (CMOS).
Jenis-Jenis RAM statis
berdasarkan Fitur :
- Quad Data Rate SRAM: Dalam satu siklus clock lengkap, dua kata data yang ditransfer. Terpisah I/O bus (jaringan yang menghubungkan semua perangkat dan chip dalam komputer) digunakan untuk membaca dan menulis data.
- DDR SRAM: Umum I/O bus yang digunakan untuk transfer data dan clock tunggal digunakan untuk mengontrol input dan output data.
Jenis-Jenis RAM statis
berdasarkan Flip-Flop :
- SRAM biner: terdiri dari transistor masker dan latch.
- SRAM ternary: dirancang menggunakan 8 transistor atau 14 transistor.
Penggunaan SRAM:
- Komputer
- Mikroprosesor
- Digital Signal Processing (DSP) sirkuit
- Layar LCD dan printer
- Hard disk dan buffer router
- Kamera digital
- Synthesizer
- Ponsel
Tidak ada komentar:
Posting Komentar