Ini yang terpenting wahai sdariku..
Dalam 20 tahun terakhir, menurut penelitian di negara Barat, keberanian gadis remaja untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah, mengalami peningkatan besar. Mereka lebih aktif secara seksual dan melakukan hubungan seksual pada usia yang lebih dini. Yang menarik, kebanyakan gadis remaja di Inggris dan pasangannya menyadari kemungkinan menjadi hamil sehingga menggunakan berbagai bentuk kontrasepsi. Karena itu, angka pengguguran kandungan di antara gadis remaja Inggris tidaklah meluas, hanya 2 persen yang pernah melakukan aborsi. Sedangkan informasi yang datang dari Amerika Serikat sedikit berbeda. Menurut penelitian tahun 1985, dilaporkan lebih dari 9 persen remaja yang hamil melakukan aborsi. Di Indonesia pun menurut penelitian para dokter ahli seksualitas menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum menikah semakin umum di kalangan remaja. Dengan demikian diharapkan orangtua dan masyarakat sebaiknya memberikan informasi mengenai pengetahuan seksual yang benar, dan dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi saat diperlukan. Alternatif masalah itu adalah peningkatan permintaan aborsi atau jumlah ibu remaja. Dengan memahami seksualitasnya dan menguasai pengetahuan mengenai seks yang sehat, remaja dapat lebih bertanggung-jawab terhadap seksualitasnya sendiri tanpa merasa bersalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar