a:hover { color: #000fff; text-transform: uppercase; font-weight: bolder; font-size: 15px; background-image: url(http://i909.photobucket.com/albums/ac297/heryymanjala/th_stars1.gif); }

Laman

Klik!!!

Minggu, 17 Maret 2013

Perubahan kejiwaan

Assalamu alaikum...
Sekali kali belajar kembali ilmu biologi ya agang2...=D
Yuup, yang merasa belum tumbuh2 sifat kedewasaannya mesti kyanya membaca artikel yg satu ini.. Keadaan hormonal seorang gadis berubah setelah dia mengalami haid pertama, pengetahuannya pun bertambah. Ia mulai mencari informasi hal yang benar dan yang keliru mengenai dirinya sebagai wanita, dan mulailah ia menyesuaikan sikapnya sebagaimana layaknya seorang wanita dewasa.
 Dalam masa pancaroba ini, dia mulai berusaha meninggalkan ketergantungan kepada keluarga dan ketenangan masa kecil, menuju ke arah dunia dewasa yang penuh persaingan.
Agar penyesuaian berhasil, ia memerlukan kemantapan dari segi biologis, emosi, dan sikap sosial yang diajarkan oleh lingkungannya. Pada awal perkembangan biologisnya, seorang gadis akan merasa lebih dekat kepada teman-teman gadisnya yang sebaya daripada keluarganya sendiri. Dari teman-temannya dia mempelajari sikap serta pandangan yang berbeda mengenai moralitas dan seksualitas. Ia dihadapkan pada keputusan untuk menentukan sikap.

Ia harus memutuskan norma moral mana yang akan dianut, dari luar atau dari orangtuanya. Jika memilih teman- temannya, maka konsekuensinya harus melepaskan norma moral ajaran orangtuanya. Pada masa itu pulalah dia merasakan adanya dorongan baru, sesuatu tarikan terhadap lawan jenis yang belum dipahaminya benar.
Sebagian remaja dapat menyesuaikan diri tanpa kesulitan. Namun, selama masa penyesuaian tersebut banyak gadis yang bersikap irasional, mudah tersinggung, dan bersikap sulit dimengerti. Hal itu terjadi karena adanya konflik di dalam dirinya, frustrasi, bimbang, bahkan putus asa.
Mereka tidak senang terhadap kritikan dari orang dewasa, terutama bila diperintah agar mengambil sikap tertentu. Sementara itu, dia kadang melihat orangtuanya bersikap tidak konsekuen terhadap apa yang dikatakan mereka semula.
Banyak orangtua mengeluh mengenai anak gadis remajanya yang sekarang dinilai tidak mempunyai rasa tanggung-jawab, kurang hormat, atau moralnya merosot.
 Para orangtua tidak melihat kenyataan bahwa pandangan masyarakat sekarang terhadap moral dan sopan santun sudah sangat berbeda dengan masa mereka dulu. 


Tidak ada komentar: