a:hover { color: #000fff; text-transform: uppercase; font-weight: bolder; font-size: 15px; background-image: url(http://i909.photobucket.com/albums/ac297/heryymanjala/th_stars1.gif); }

Laman

Klik!!!

Minggu, 17 Maret 2013

Masalah pola makan

Yang doyang diet hahaaa....ini dia buat anda.
Kebanyakan gadis remaja ingin tampil langsing dengan melakukan diet. Menurut pandangan awam, diet adalah program mengurangi makan sampai tercapai berat badan yang dikehendaki, atau program penggunaan obat untuk mempercepat makanan melewati usus mereka. Padahal masa remaja membutuhkan makanan yang banyak untuk mendukung perkembangan tubuh yang pesat. Kontradiksi ini mencetuskan masalah gangguan pola makan yang bisa berakibat serius. Berikut ini beberapa gangguan yang sering dialami gadis remaja.
Anorexia nervosa. Penderita didorong oleh perasaan takut gemuk, akan memaksa tubuhnya agar menjadi kurus, padahal mungkin ukuran tubuhnya sudah proporsional. Diet yang dipaksakan secara sembarangan dapat berakibat gangguan pada siklus haid, haid terhenti. Mungkin pula ia melakukan olahraga secara berlebihan. Berat badannya pun turun secara drastis, sehingga menjadi kurus kering. 


Dengan demikian fungsi tubuhnya kacau yang mempengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh. Ia bisa menderita penyakit yang serius. Pengobatan segera harus diberikan untuk memulihkan berat badannya, dan jika kondisinya sangat lemah, harus dirawat di rumah sakit. Perawatan penderita anorexia nervosa harus disertai dengan bimbingan para spesialis (psikolog, ahli diet), karena dia perlu berdialog dengan para ahli tersebut agar bisa mengubah pandangannya. Lama terapi bisa beberapa bulan bahkan sampai tahunan.
Bulimia nervosa. Penderitanya  merasa lapar terus menerus dan makan sebagai pelampiasan emosinya. Karena itu tanpa sadar ia cenderung ingin makan sebanyak- banyaknya, dengan porsi dua kali lipat atau lebih. Bahkan ada yang sampai 10 atau 20 kali dari jumlah normal. Akibat dari makan berlebihan tersebut, tubuhnya gemuk. Ketika sadar ia memutuskan untuk tidak makan selama beberapa hari, namun biasanya penderita bulimia  berusaha memuntahkan kembali setiap makanan yang telah disantapnya. Kebiasaan makan yang buruk ini (makan lalu memuntahkannya kembali) dirahasiakan. Berat badannya tentu saja menurun sampai berada dalam jangkauan normal, namun bisa saja turun drastis sehingga membahayakan kesehatannya. Sekitar 1 dari 5 penderita anorexia nervosa adalah juga penderita bulimia nervosa. Karena sama-sama disebabkan takut gemuk, maka perawatannya pun sama, yaitu dengan mengubah persepsi diri mengenai tubuhnya..

Tidak ada komentar: