a:hover { color: #000fff; text-transform: uppercase; font-weight: bolder; font-size: 15px; background-image: url(http://i909.photobucket.com/albums/ac297/heryymanjala/th_stars1.gif); }

Laman

Klik!!!

Minggu, 17 Maret 2013

Lautan Cinta Ibunda



 Assalamu alaikum...
 Renungkan  sodara sodarikuu.
  
Bersama bunda di sebuah toko baju, dalam ruang ganti pakaian kumelihat bagaimana bunda sedang mencoba pakaian dengan susah payah tuk mencoba mengikat tali blus yang ada dibelakang.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi
dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya,
seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.
  
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk
mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah, dan dia membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir
dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.
  
Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada
di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang
berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya,
berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan
cara yang paling membekas dalam hati saya.
  
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya ... dan yang membuatnya terkejut,
memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut
adalah tangan yang paling indah di dunia ini.
  
Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru,
betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya
dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung,
tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu...
  Tangan Ibu telah bertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk
penyakit batuk, demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.
 Kuteringat sebuah hadis ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah
sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul yang mulia,
"Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"
Rasul yang mulia menjawab,
"Tidak!, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"
  Dalam bahasa lain, andaikan, sekali lagi, andaikan saja kita mempunyai gunung emas
yang kemudian kita berikan semuanya berikut seluruh perbendaharaan harta anda yang lain
untuk mengganti semua yang telah dilakukan oleh seorang ibu,
niscaya itu semua belum mampu membayar satu malam saja saat-saat ibu mengasuh kita.
Tidak pernah ada kata "cukup", "lunas", "terbayar" untuk membalas cinta seorang ibu.
Sepatutnyakah bunda tinggal di rumah kecil dan bocor disana-sini,
sementara kita tinggal di tempat yang nyaman ?
Sepatutnyakah kita menikmati makan siang yang lezat dan penuh gizi sementara
bunda hanya memakan seadanya ?
Sepatutnyakah kita menghitung biaya sekolah anak dan karena itu menghindar
membelikan obat bagi bunda yang tengah sakit ?
Sepatutnyakah kita berperjalanan dengan sangat nyaman dalam mobil mewah,
sementara bunda naik kendaraan umum yang penuh sesak ?
Sepatutnyakah kita berpiknik atau jalan-jalan dengan isteri / suami
namun selalu saja punya alasan untuk tidak mengunjungi atau bersilaturahmi ke tempat bunda
(atau berziarah ke kuburannya bila bunda telah tiada) ?
  Jangan gunakan logika kita untuk berkhidmat pada bunda.
Balas cintanya dengan cinta kita.
Kenapa?
Karena "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua," begitulah ajaran agama kita.
  Ya Rabb, berilah kami kekuatan tuk tetap selalu berbakti pada orangtua kami.
 "Ya Rabb, ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami,
dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami sewaktu kecil"
 Yakin dan percaya doa ibu menyertai kita semua. :)



Tidak ada komentar: